WIWIK YULIANA

BUDIDAYA PERAIRAIRAN 2011, FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN, UNIVERSITAS RIAU

Rabu, 19 Agustus 2015

tugas dasar-dasar mikrobiologi



DASAR-DASAR MIKROBIOLOGI


Oleh:
                                 Nama     :     Wiwik Yuliana
                                 NIM       :     1104135418
                                 Jurusan :     Budidaya Perairan






FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2012

BAB IV


I.       Rangkuman Struktur Sel Mikroba Prokariotik dan Eukariotik

1.      Berdasarkan penyusun dinding sel dibedakan menjadi gram positif dan gram negatif.
2.      Jenis Sel yaitu prokariotik contoh bakteri dan eukariotik seperti Kapang, Khamur.
3.      Organisme bersifat uniseluler dan multiseluler,mikroba termasuk uniseluler
4.      Organisme terdiri dari berbagai membrane tertutup yaitu sel yang dilengkapi sitoplasma pusat genetik (DNA).
5.      Sel bereproduksi secara seksual dan aseksual.
6.      Struktur sel: inti sel, membrane prokariotik,dinding, flagel (alat gerak bakteri) dan pili, kapsul dan lender.
7.      Pada dasar nya semua organisme memiliki komposisi material sel yaitu DNA, RNA, protein, lemak, dan fosfolipid.

II.    Glosari

Aseksual          :  Berkembang biak secara tidak kawin
Eukariotik       : Sel yang mempunyai inti atau membrane nucleus dan organel sel     lengkap
Flagel              : Salah satu alat gerak berupa bulu cambuk dan dapat mengakibatkan Bakteri bergerak seacara berputar.
Gram positif    :  Sel yang memiliki lapisan peptidoglikan yang tebal pada dinding sel.
Gram negatif   : Sel yang memiliki lapisan  peptidoglikan yang tipis pada dinding sel.
Multiseluler     :  Sel jamak atau lebih dari satu sel
Prokariotik      : Sel yang mempunyai inti primitive karena DNA nya tidak diselubungi oleh membrane inti.
Sel                   : Unit terkecil dari organisme hidup yang masih mampu melakukan metabolism, yang didalam nya terdapat organela organela hidup maupun tidak hidup.
Sitoplasma       :  Cairan pelengkap membrane yang terdapat di dalam sel .
Uniseluler        :  sel tunggal atau satu sel

III. Soal

1.      Alat gerak pada Bakteri dapat mengakibatkan bakteri bergerak secara….
a.       Melingkar                                      c. Merayap
b.      Berputar                                      d. Tubulen
2.      Kondisi dinding sel yang bagai manakah Penisilin dapat bekerja secara aktif ?
a.  Gram positif sedang membelah   b. Gram positif yang stagnan
c. Gram negatif yang stagnan             d. Gram negatif yang membelah


BAB V


I.       Rangkuman Jenis-Jenis Mikroba

1.      Berdasarkan peran nya mikroba ada yang menguntungkan dan merugikan.
2.      Kelompok utama mikroba dalam kehidupan sehari-hari yaitu Bakteri, Ragi, Jamur, Algae, Protozoa, dan Virus. Penting dikenal dengan cara penamaan.
3.      Bakteri adalah mikroba uniselluler berbentuk bulat, batang, spiral, bereproduksi secara aseksual, umumnya berukuran 0,5-10 µ, hidup bebas, parasitic, saprofitik, pathogen pada manusia, tumbuhan maupun hewan.
4.      Jamur adalah mikroba uniselluler tidak bergerak, bereproduksi secara seksual dan aseksual, tumbuh secara aerobik pembentukan benang dan koloni dan penyebab utama penyakit tanaman dan pembuusukan makanan.
5.      Khamir merupakan jamur uniseluler tidak berflagel, bereproduksi secara vegetatif dan generatif, bersifat safprofit dan  parasit.
6.      Alga mikroba tumbuhan berklorofil uniseluller maupun multiseluller.
7.      Protozoa adalah mikroba yang hidup di darat, perairan tawar, payau dan laut serta bersifat motil dan bergerak menggunalkan pseudopodia.
8.      Virus adalah mikroba parasit intraseluller obligat, berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat dengan mikroskop cahaya biasa.
9.      Seluruh mikroba dapat hidup atau berhabitat di seluruh permukaan bumi bahkan di dalam tanah, atmosfer (sampai > 10 km diatas bumi), di dalam lumpur dan dalam laut sekalipun dia bisa hidup.

II.    Gloseri

Aerobic                       :  Hidup dengan menggunakan udara bebas.
Flagel                          : Salah satu alat gerak berupa bulu cambuk dan dapat mengakibatkan Bakteri bergerak seacara berputar.
Habitat                        :  tempat tinggal  atau hidup, tumbuh dan berkembang nya suatu organism.
Parasitic                       :  Bersifat merugikan bagi inang atau yang ditumpangi Pathogen     :           bersifat mengganggu inang atau yang ditumpangi.
Parasit                         :  organism yang bersifat merugikan organism lain yang di tumpanginya.
Pseudopodia               :  Alat gerak pathogen berupa kaki palsu.
saprofit                        :  Organisme yang hidupnya mencari keuntungan namun merugikan organism lainya.
Spiral                           :  Berbentuk lengkungan
Uniseluler                    :  sel tunggal atau satu sel

III. Soal

1.      Mikroba di bawah ini yang tidak memiliki dinding sel adalah….
a.       Algae                                             c. protozoa
b.      Mikro algae                                   d. jamur
2.      Mikroba di bawah ini yang  tidak memiliki alaat gerak adalah….
a.       Protozoa                                        c. virus
b.      Bakteri                                          d. jamur

BAB VI

I.       Rangkuman Enzim Mikroba

1.      Enzim adalah suatu protein yang bertindak sebagai katalisator biologis yang dijumpai pada semua mahluk hidup dan bekerja secara spesipik.
2.      Factor-faktor yang mempengaruhi reaksi enzimatik: substrat, suhu, pH, inhibitor, inductor.
3.      Penggolongan enzim berdasarkan cara terbentuknya yaitu ada dua: enzim konstitutif dan enzim adaptif.
4.      Berdasarkan tempat kerjanya enzim dibedakan menjadi endoenzim dan eksoenzim.
5.      Sumber enzim yaitu enzim dari hewani (pencernaan, hati/pancreas, lambung) dan enzim tumbuhan (papin, pisin dll).
6.      Penggolongan enzim berdasarkan daya katalisis yaitu: oksidoreduktase, transferase, hidrolase, liase, isomerase, ligase dan enzim lain nya dengan tata nama yang berbeda.
7.      Beberapa cara penghambatan oleh enzim yaitu penghambatan bersaing, tidak bersaing, umpan balik, repressor, dan penghambat alosterik.

II.    Glosari

Alosterik         : penghambat yang dapat enzim alosterik
Apoenzim        :  Struktur yang hanya terdiri dari protein saja.
Endoenzim      :  enzim yang bekerja di dalam sel
Eksoenzim       :  enzim yang bejerja di luar sel
Katalisator       :  Mempengaruhi/mempercepat terjadinya reaksi kimia namun enzim itu sendiri tidak ikut bereaksi atau tidak ikut berubah sebelum maupun setelah reaksi.
Koenzim          :  bagian yang terikat secara lemah pada apoenzim yaitu protein
Hidrolase         :  mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis.
Oksidoreduktase: enzim yang mengkatalisis reaksi oksidasi-reduksi yang merupakan perpindahan electron, hydrogen atau oksigen.
Inhibitor          :  zat atau senyawa yang dapat menghambat kerja enzim.
Induktor          :  suatu substrat yang dapat merangsang pembentukan enzim.
Papin               :  tanaman papaya
Pisin                :  tanaman ara
Repressor        :  hasil akhir suatu rangkaian reaksi enzimatik yang dapat mempengaruhi atau mengatur pembentukan enzim-enzim pada reaksi sebelumnya
Substrat           :  tempat hinggap/menempelnya pathogen atau parasit.
Transferase      :  mengkatalisis perpindahan gugus molekul dari suatu molekul ke molekul lainnya.

III. Soal

1.      Di bawah ini yang merupakan sifat dari enzim adalah ….
a.       katalitik tinggi                               c. benar semua
b.      spesifik tinggi                                d. salah semua
2.      sebutkan fungsi dari eksoenzim secara umum….
a.       Mencernakan                              c. peredaran
b.      Pernapasan                                    d. penguraian

BAB VII


1.      Ringkasan Pertumbuhan Mikroba

1.      Pertumbuhan adalah penambahan jumlah atau massa sel suatu jasad hidup.
2.      Cara reproduksi mikroba ada empat: fragmentasi, tunas, pembelahan, konidispora.
3.      Ada tiga jenis bakteri berdasarkan tingkat toleransinya terhadap suhu lingkungan: psikrofil, mesofil dan termofil.
4.      Fase pertumbuhan bakteri ada empat yaitu: fase lag, fase logaritmik, fase Stationary dan fase death.
5.      Factor-faktor lingkungan yang mempengaruhi mikroba yaitu: suplai nutrisi, suhu, pH, ketersediaan oksigen, aktivitas air dan senyawa antimikroba.
6.      Senyawa anti mikroba pada makanan dibedakan atas 3 golongan: anti mikroba secara alami, penambahan dengan sengaja(nitrit, garam natrium klorida, asam benzoate, asam cuka, asam profionat, sulfit), dan anti mikroba yang terbentuk oleh mikroba selama proses fermentasi pangan.

2.      Glosari

Psikrofil                  :    mikroba yang hidup pada suhu dingin, yakni dibawah 20˚C
Mesofil                   :    mikroba yang dapat hidup secara maksimal pada suhu sedang, yakni 20˚-50˚C
Termofil                  :    mikroba yang tumbuh optimal atau suka hidup pada suhu yang tinggi, yakni diatas suhu 40˚C
Lag                         :    fase penyesuaian atau massa adaptasi diri  dengan keadaan media dan lingkungan tempat tumbuh.
Logaritmik              :    fase dimana terjadinya pertumbuhan yang pesat/cepat dan terjadinya dua kali pada setiap satu kali generasi.
Stationary               :    fase pertumbuhan yang memuncak namun mendatar karena jumlah sel yang mati dengan yang tumbuh sama.
Death                      :    fase kematian atau pertumbuhan yang menurun karena nutrient dan persediaan energy sudah habis dan hasil-hasil metabolisme yang beracun sudah sangat tinggi.

3.      Soal

1.      Suhu merupakan salah satu factor penting didalam mempengaruhi dan pertumbuhan mikroba. maka  apabila suhu naik maka kecepatan metabolisme akan….
a.       Naik                                              c.  sedang
b.      Turun                                             d. satgnan
2.      Pertumbuhan merupakan penambahan secara teratur semua komponen sel suatu jasad hidup, dalam bentuk….
a.       Jumlah                                         c. ukuran
b.      Massa                                            d. panjang

Macam-macam Fermentasi



Macam-macam Fermentasi
Dalam keadaan normal, organisme melakukan pembongkaran zat dengan cara oksidasi biologi atau respirasi aerob, yaitu respirasi yang memerlukan oksigen bebas. Akan tetapi, pada saat kadar oksigen terlalu rendah, oksidasi biologi tidak dapat berlangsung. Misalnya, pada tumbuhan darat yang tanahnya tergenang air sehingga akar tidak dapat melakukan respirasi aerob karena kadar oksigen dalam rongga tanah sangat rendah.

Pada manusia, kekurangan oksigen sering terjadi pada atlet-atlet yang berlari jarah jauh dengan kencang. Atlet tersebut membutuhkan kadar oksigen yang lebih banyak daripada yang diambil dari pernafasan. Dengan kurangnya oksigen dalam tubuh, maka proses pembongkaran zat dilakukan dengan cara anaerob, yang disebut dengan fermentasi. Fermentasi tidak harus selalu dalam keadaan anaerob. Beberapa jenis mikroorganisme mampu melakukan fermentasi dalam keadaan aerob, misalnya pada fermentasi asam cuka.

Jika dibandingkan dengan respirasi, sebenarnya fermentasi ini sangat merugikan sel karena dua alasan:
1. Sering dihasilkan senyawa yang merusak sel, misalnya alkohol.
2. Dari jumlah mol zat yang sama akan dihasilkan jumlah energi yang lebih rendah/lebih sedikit.
Fermentasi diberi nama sesuai dengan jenis senyawa akhir yang dihasilkan. Berdasarkan senyawa atau jenis zat yang dihasilkan, fermentasi dibedakan menjadi fermentasi asam laktat, fermentasi alkohol, dan fermentasi asam cuka.

Fermentasi Asam Laktat [kembali ke atas]

Pada sel hewan tingkat tinggi dan manusia, jika bekerja terlalu berat dan kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi sel tidak cukup, maka senyawa asam piruvat dalam sel otot akan direduksi menjadi asam laktat (asam lelah). Asam laktat adalah suatu senyawa yang dapat menurunkan pH sampai pada suatu titik yang mengakibatkan gangguan serius pada fungsi sel. Salah satu gangguan yang ditimbulkannya adalah kelelahan, sehingga asam laktat sering disebut juga asam lelah.

Proses glikolisis menghasilkan asam piruvat. Jika cukup oksigen, glikolisis akan dilanjutkan dengan siklus Krebs. Bila kondisi anaerob (kurang oksigen) yang terjadi, asam piruvat akan diubah menjadi asam laktat. Akibatnya, rantai transpor elektron tidak terjadi karena tidak lagi menerima elektron dari NADH dan FADH2 yang dalam keadaan aerob dihasilkan oleh siklus Krebs. Karena tidak terjadi penyaluran elektron, maka NAD+ dan FAD yang mutlak diperlukan dalam siklus Krebs juga tidak terbentuk sehingga daur Krebs terhenti. Reaksi ini merupakan suatu pemborosan, karena hanya 7% dari energi yang terdapat pada asam piruvat yang dibebaskan. Meskipun fermentasi asam laktat menghasilkan senyawa yang merugikan otot, tetapi poses ini menghasilkan ATP bagi sel yang tidak dapat melakukan respirasi secara aerob. Pada fermentasi asam laktat ini, dari satu molekul glukosa dihasilkan ATP sebanyak 2 molekul. Secara sederhana, fermentasi asam laktat berlangsung sebagai berikut.
Persamaan Reaksi Fermentasi Asam Laktat
Mungkin Anda heran mengapa didalam fermentasi asam laktat dapat dihasilkan energi. Sebab kalau dipikir, molekul asam piruvat tidak lebih teroksidasi daripada molekul glukosa. Jika rumus molekulnya diperhatikan, C3H4O3, maka seakan-akan apa yang terjadi pada glikolisis hanyalah pemecahan molekul glukosa, (C6H12O6), menjadi dua bagian (C3H6O3), yang kemudian kehilangan 2 elektronnya dalam bentuk 2 atom hidrogen. Hal ini memang benar. Tetapi, penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa apa yang terjadi bukan sekedar itu. Satu ujung dari molekul asam piruvat (–CH3) sekarang lebih tereduksi daripada yang terdapat pada glukosa, sedangkan pada ujung lainnya (–COOH) lebih teroksidasi. Reaksi reduksi dan oksidasi inilah yang kemudian membebaskan energi yang sedikit tersebut.

Fermentasi Alkohol [kembali ke atas]

Beberapa organisme seperti Saccharomyces dapat hidup, baik dalam kondisi lingkungan cukup oksigen maupun kurang oksigen. Organisme yang demikian disebut aerob fakultatif. Dalam keadaan cukup oksigen, Saccharomyces akan melakukan respirasi biasa. Akan tetapi, jika dalam keadaan lingkungan kurang oksigen Saccharomyces akan melakukan fermentasi.

Dalam keadaan anaerob, asam piruvat yang dihasilkan oleh proses glikolisis akan diubah menjadi asam asetat dan CO2. Selanjutnya, asam asetat diubah menjadi alkohol. Proses perubahan asam asetat menjadi alkohol tersebut diikuti pula dengan perubahan NADH menjadi NAD+. Dengan terbentuknya NAD+, peristiwa glikolisis dapat terjadi lagi. Dalam fermentasi alkohol ini, dari satu mol glukosa hanya dapat dihasilkan 2 molekul ATP. Fermentasi alkohol, secara sederhana, berlangsung sebagai berikut.
Persamaan Reaksi Fermentasi Alkohol
Sebagaimana halnya fermentasi asam laktat, reaksi ini merupakan suatu pemborosan. Sebagian besar dari energi yang terkandung di dalam glukosa masih terdapat di dalam etanol, karena itu etanol sering dipakai sebagai bahan bakar mesin. Reaksi ini, seperti fermentasi asam laktat, juga berbahaya. Ragi dapat meracuni dirinya sendiri jika konsentrasi etanol mencapai 13% (Hal ini menjelaskan kadar maksimum alkohol pada minuman hasil fermentasi seperti anggur).

Fermentasi Asam Cuka [kembali ke atas]

Fermentasi asam cuka merupakan satu contoh fermentasi yang berlangsung dalam keadaan aerob. Fermentasi ini biasa dilakukan oleh bakteri asam cuka (Acetobacter) dengan substrat etanol. Jika diberikan oksigen yang cukup, bakteri-bakteri ini dapat memproduksi cuka dari bermacam-macam bahan makanan yang beralkohol. Bahan makanan yang biasa digunakan yaitu sari buah apel, anggur, biji-bijian fermentasi, malt, beras, atau bubur kentang. Dari proses fermentasi asam cuka, energi yang dihasilkan lima kali lebih besar daripada energi yang dihasilkan oleh fermentasi alkohol. Secara umum reaksi kimia yang terfasilitasi oleh bakteri ini adalah:
C2H5OH + O2 —> CH3COOH + H2O


ikan biji nangka dan ikan merah



 Ikan Biji Nangka(Upeneus mullocensin.)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEM-xOci-XO4MXMd-RphaH8CkwZvIpPcX_-N8T9pU8vMwE0DjIuSmp1mi5A4CpQrunHB3fdBdMy7N_c-M4Rsu0sMX1S5DlFGj1JydIqqQzwddf4vxdEMfyilsxD0Wume1ahyphenhyphen8Lv0ZgPa0/s400/1pot_p27.jpg
. Ikan Biji Nangka(Upeneus mullocensin.)
Daftr pustaka cari sendiri aja diperpustakaan,,,,

Klasifikasi ikan biji nangka adalah termasuk kedalam ordo: Malacoptergii, famili: Mugilidae, genus: Upeneus, spesies: Upeneus mullocensin.(Saanin, 1984)

Ikan biji nagka (Upeneus mullocensin) hidup dilaut hangat. Ikan ini sering disebut belanak merah. Ikan Biji nagka bertubuh panjang dan bersisik besar, bermulut kecil. Matanya terletak di sisi atas kepala. Dibawah dagunya terdapat dua sungut peraba panjang untuk mencari makanan didasar laut. Sungut ini dapat dimasukkan kedalam alur tenggorakannya bila tidak digunakan. biji nangka biasanya berwarna merah dan kuning, ada yang dapat berubah warna (Shaw, 1990)

Moncong kepalanya tumpul, bibir yang berbentuk “V” jika dilihat dari depan terletak pada sudut oncong. sisik-sisiknya besar, sirip punggung pertama memiliki empat duri dan terpisah dengan sirip kedua yang hanya memiliki satu duri (Ommanney, 1985)

Tulang preorbital ¾ bidang
antara bibir dan mata, sirip dubur memiliki 3 duri dan 9 jari-jari, 11 baris sisik melintang badan, 27-32 deret ssik sepanjang sisi badan. (Kottelat et al, 1993)

Ikan Biji Nangka (Upeneus mullocensin) memiliki bentuk tubuh pipih agak panjang. Termasuk kedalam ikan yang memiliki tulang sejati. Warna tubuh keseluruhan berwarna merah, memiliki jari-jari sirip keras, lemah mengeras dan lemah. Tipe sisik ctenoid, lengkung insang berjumlah empat pasang, tidak memiliki alat pernafasan tambahan, termasuk kedalam golongan physostome, bentuk gigi pada mulut canine, molar dan viliform. Rangka terdiri dari tulang sejati.(Tim Iktiologi, 1989).

Ikan Biji Nangka (Upeneus mullocensin) merupakan ikan yang tergolong sebagai ikan yang berasal dari perairan laut. ikan ini bersisik dari operculum sampai pada batang ekor, mempunyai sisik yang berbentuk ctenoid, ukuran mulut sedang, yaitu pada mulut dapat dimasuki oleh jari kelingking tangan. Bentuk tubuh simetris bilateral yang apabila dibelah secara membujur maka akan didapat kedua belah bagian tubuh sama dengan bagaakun yang lain. mempunyai linnea lateralis yang sempurna dari pangkal eprculum sampai pada pangkal ekor. Ikan ini mempunyai sirip yang sempurna yang terdiri dari siri punggung, sirip dada, sirip perut,sirip anus, dan sirip ekor, pada sirip punggung panjangnya mulai dari pangkal sirip dada sampai pada pertengahan sirip anus, sirip ekornya bercagak.(Lagler et al, 1977)

Ikan Biji Nangka (Upeneus mullocensin) tergolong kedalam keluarga mugilidae, bentuk tubuhnya hampir sama dengan ikan merah,. Kedua macam keluarga ini mempunyai banyak sifat-sifat yang sama, hanya ada sedikit perbedaan, yaitu pembagian sirip punggung bagian depan dengan bagian belakang tidak jelas, mulutnya besar, dapat disembulkan ke muka, ujung belakang dari rahang atas terletak dibawah sudut depan dari mata. Keping tulang lengkung insang depan berlekuk. Sirip ekor berlekuk, sirip dada tidak lebih panjang dari kepala. Sirip dubur memiliki tiga jari-jari keras, dan jumlah jari-jari keras ada antara 7-9. Sirip punggung mempunyai 10 jari-jari keras dan 13 jari-jari lunak. Linnea lateralisnya berlekuk keatas dan pada bagian bawah kepala didekat tenggorakan terdapat sepasang sungut (Djuhanda, 1981).

Ikan Biji Nangka (Upeneus mullocensin)mempunyai Ciri-ciri: Memiliki sirip punggung, bentuk sirip punggung sempurna, jumlah sirip punggung dua, letak sirip punggung dibelakang kepala bagian anterior badan, permulaan dasar sirip punggung didepan sirip perut, sirip dada oblique, posisi sirip dada dibawah
linea lateralis persis dibelakang tutup insang, posisi sirip perut sub abdominal, sirip anus terpisah dengan sirip ekor, sirip anus tidak diliputi sisik, sirip ekor berbentuk bercagak. (Alabaster and Lloyod, 1982)

Ikan Biji Nangka (Upeneus mullocensin) termasuk kedalam ordo: Malacoptergii, famili: Mugilidae, genus: Upeneus, spesies: Upeneus mullocensin. Yang merupakan kelompok ikan yang mempunyai ukuran tubuh yang cukup bervriasi, bentuk badan pipih compressed, mulut terletak diujung depan kepala, moncong dapat ditonjolan kedepan. Tubuh ditutupi oleh sisik-sisik berukuran besar, sirip dada panjang dan runcing, warna tubuh kemerah-merahan.(Weber and Beuafort, 1921)













literatur IKAN MERAH(Lutianus erythropterus)
IKAN MERAH(Lutianus erythropterus)

Menurut Saanin (1984), mengklasifikasikan ikan Merah dalam ordo: Percomorphi, family: Lucanidae, genus: Lucanus dan spesies: Lutianus erythropterus. Dengan ciri-ciri kepala tumpul dan ekor berlekuk, tubuh berwarna merah agak keputihan.

Alamsyah(1980) ikan Kakap Merah merupakan ikan yang termasuk ke dalam Ordo Perciformes, Family Laboridae, dan genud Lutainus dan Spesies Lutianus erythropterus.Ikan ini merupakan ikan air laut yang mempunyai sirip punggung yang sempurnayang terletak di depan sirip perut atau di belakang kepala bagian anterior badan pada ikan tersebut.Sirip dada pada ikan merah oblique dan terletak di bawah linea literalis di bawah sudut operculum.Sirip perut ikan ini berbentuk thorcic,sedangkan sirip anus terpisah dengan sirip ekor dan bagian pangkalnya diliputi oleh sisik.Bentuk ekor ikan ini adalah berlekuk tunggal.

Ikan merah (Lutjanus eryptropterus) adalah ikan yang berada di perairan luat.bentuk tubuh bilateral simetris dengan klasifikasinya adalah Ordo Percomorphi, Famili Lucanidae, Genus lutjanus, Spesies Lutjanus eryptropterus. Pada ikan merah mulutnya besar, dapat disembulkan kedepan, ujung belakang dari rahang atas terletak dibawah sudut dari depan bola mata. Ikan merah ini mempunyai empat buah sirip, yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, dan ekor. Warna sirip tersebut bewarna merah kelam (DJUHANDA, 1981).

tugas Dasar-dasar manajemen



1.        ANALISA IKLAN
a)      Jenis Komunikasi
Iklan yang terdapat pada keliping di depan adalah iklan yang menggunakan ”komunikasi massa”, karena iklan ini berintegrasi melalui media cetak berupa Lipatan (Folder) yang diperuntukan untuk orang banyak (massa), bagi siapa saja yang berminat.
b)     Lingkup Kegiatan / Tahapan
Iklan pada kliping didepan merupakan iklan komunikasi dalam tahapan atau lingkup kegiatan organizing karena dilakukan dalam rangka penataan organisasi manajemen institusi bisnis atau lembaga perbankan yang menawarkan pelayanan  jasa terbaik dalam mengemban tugas dan tanggung  jawab terhadap Nasabah Bank esuai dengan  tujuan yang  telah ditetapkan sebelumnya. Iklan pada kliping ini adalah iklan layanan masyarakat oleh lembaga/instansi swasta, karena dapat berinteraksi melalui media komunikasi internal yang berupa Koran, Majalah, Folder, Radio, Televisi, dll .
Iklan di depan dapat dianalisa juga bahwasanya iklan tersebut dibuat sangat menarik, namun sepertinya banyak tedapat kata-kata yang menjanjikan tunjangan dan keuntungan yang berlebihan padahal dalam tata karma periklanan tidak boleh menjanjikan tunjangan ataupun keuntungan yang berlebihan.

2.      ANALISA IKLAN
a.      Jenis Komunikasi
Iklan yang terdapat pada keliping di depan adalah iklan yang menggunakan komunikasi kelompok, karena iklan ini berintegrasi melalui rapat ketua dengan staf  atau anggotanya dan diterbitkan dalam bentuk Buletin  atau media cetak yang berisi informasi umum di institusi atau organisasi tertntu (Bahana Mahasiswa Universitas Riau) dan diedarkan hanya untuk kalangan sendiri yaitu kampus Universitas Riau dan  ditujukan kepada sekelompok orang saja yaitu mahasiswa Universitas Riau semester 1, 3 dan 5.
b.      Lingkup Kegiatan / Tahapan
Iklan pada kliping didepan merupakan iklan komunikasi dalam tahapan atau lingkup kegiatan organizing karena dilakukan dalam rangka penataan organisasi manajemen institusi kemahasiswaan yang mengajak untuk bergabung serta bekerja sama dalam penyusunan struktur organisasi tata kerja, maupun pembagian job description (tugas dan tanggung jawab) menjadi anggota organisasi Bahana Mahasiswa Universitas Riau tahun 2011.